Minggu, 13 Desember 2015

Mudah Belajar Membaca Al Qur’an



Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, namun dari jumlah yang besar itu masih banyak umat islam Indonesia yang belum bisa membaca Al-Qur’an, padahal Al-Qur’an merupakan pedoman hidup kaum muslimin.
Menurut data Departemen Agama Republik Indonesia, angka buta huruf Al-Qur’an masyarakat Indonesia pada tahun 2001 mencapai 80% dan pada tahun 2009 mencapai 64% dari total masyarakat muslim. Angka dari data itu sendiri masih dirasa sangat memprihatinkan. Sekiranya penduduk Indonesia yang memeluk Agama Islam sebanyak 190 juta dari total penduduk 220 juta. Maka total masyarakat muslim yang bisa membaca Al-Qur’an hanya 55 – 70 juta jiwa saja. Dan sisanya sebanyak kurang lebih 120 – 135 juta jiwa adalah buta huruf Al-Qur’an. Kondisi ini sungguh sangat memperihatinkan.
Untuk itu, Relawan Al-Quran hadir dan turut serta memberikan sumbangsih dalam upaya membebaskan masyarakat muslim Indonesia dari buta huruf Al-Qur’an, serta meningkatkan pemahaman  masyarakat terhadap Al-Qur’an melalui program ”Layanan Belajar Al-Qur’an”, tidak dipungut biaya.
Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca, menulis, menghafal, dan menterjemahkan Al-Qur’an serta menghasilkan pribadi-pribadi utama, berakhlaq mulia dan berfikir cemerlang sehingga dapat membawa Bangsa dan Negara Indonesia menjadi Bangsa yang Maju dan Dirahmati  Allah SWT.
Syarat mengikuti program ini, sebagai berikut:
1. Laki-laki atau wanita yang memiliki semangat untuk belajar membaca Al-Quran
2. Hanya untuk orang dewasa
3. Belajar bersifat kelompok, minimal 5 orang/kelompok

Belajar Al-Quran mudah dan menyenangkan

Bandung 2015
Relawan Al-Quran
Bandung 085222781342

Selasa, 08 Desember 2015

NGAJI BARENG YUK!

Ngaji Bareng Yuk!
Alhamdulillah ngaji bareng Al Quran METODE UMMI bersama ibu-ibu di Rumah Ngaji Rabbania, setiap hari Rabu, Kamis dan Jumat, pukul 10.00-12.00.
Yuk! Yang mau gabung, silahkan merapat ke,
Rumah Ngaji Rabbania
Jl. H. Yasin No.36 Sukajadi Bandung 085222781342
Pin 5c70c153

Minggu, 06 Desember 2015

IBU IBU IBU LALU AYAH

.
Ibu ibu ibu lalu ayah..
.
Ayah memang tidak mengandung
Ayah memang tidak merasakan melahirkan
Ayah tidak menyusui
Dan ayah pasti jarang dirumah
.
Iya ayah berjuang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan kita, untuk menyenangkan istri dan juga anak
.
Dan ayah pula yang akan bertanggung jawab atas istri dan anaknya di akhirat kelak dihadapan Allah
.
Tanpa ayah, kita tidak akan ada dirahim ibu
.
Iya tanggung jawab ayah sangatlah berat, tetapi mereka ikhlas merawat kita, menghabiskan uangnya hanya untuk memenuhi kebutuhan kita
.
Tau gak… Ketika kita pergi meninggalkan mereka, untuk menjalankan separuh agama, ayahlah yang paling sedih.. Sedih ditinggal putrinya yang masih mungil
.
Meskipun kita sudah dewasa, mereka tetap menganggap kita masih kecil dan dimanjakan semampunya
.
Tapi apa yang mereka dapat dari kita
Kita masih mengecewakan mereka…
Tanpa sadar kita banyak sekali melakukan dosa, dosa yang akan ditanggung ayah besok…
.
Tidak ada ayah yang sempurna
.
Tega kah kalian melihat ayah diakhirat kelak bersedih karena tidak bisa mengajak anaknya ke jalan Allah ??
.
Tegakah kalian lebih mengutamakan apa kata PACAR yang sudah jelas bukan siapa2mu ketimbang ayahmu ??
.
Penyesalan itu pasti diakhir, dan jangan sampai penyesalan itu datang…
.
Panggil ayah, lalu peluk dan cium sambil mengucapkan maaf dan terimakasih atas pengorbanan yang NYATA hanya buat kebaikan kita sampai saat ini
.
Bagi ayahnya yang telah tiada, bisa dikirimkan doa agar ayah kelak dipermudah hisabnya, dan bertemu kembali di jannahnya Allah
.
Ilustrasi : @messayu_putri
#duniajilbab

Jumat, 04 Desember 2015

5 TIPE ANAK

LIMA TIPE ANAK
اَلْأَبْنَاءُ خَمْسَةٌ
Ada lima tipologi anak
١- بَعْضُ الْأَبْنَاءِ - هَدَاهُمُ اللهُ - لَا يَفْعَلُوْنَ مَا يَأْمُرُهُمْ بِهِ وَالِدَاهُمْ..
1 – Sebagian anak, semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada mereka, tidak melaksanakan apa yang diperintahkan bapak ibunya kepada mereka.
وَهَؤُلَاءِ (عَاقّوْنَ).
Mereka inilah yang disebut sebagai anak durhaka.
٢- وَبَعْضُهُمْ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ بِهِ وَهُمْ كَارِهُوْنَ..
2 – Sebagian anak, melaksanakan apa yang mereka diperintahkan oleh bapak ibuny, namun melaksanakan dengan perasaan tidak suka (terpaksa)
فَهَؤُلَاءِ (لَا يُؤْجَرُوْنَ).
Mereka ini tidak mendapatkan pahala
٣- وَبَعْضُهُمْ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ بِهِ وَيُتْبِعُوْنَهُ بِالْمَنّ وَالْأَذَى وَالتَأَفّفِ وَرَفْعِ الصَّوْتِ..
3 – Ada juga yang melaksanakan apa yang diperintahkan oleh bapak ibunya, namun diikuti dengan mengungkit-ungkit, menyakiti, menghardik dan meninggikan suara..
فَهَؤُلَاءِ (يُؤْزَرُوْنَ).
Mereka ini justru mendapatkan dosa
٤- وَبَعْضُهُمْ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ بِهِ بِطِيْبَةِ نَفْسٍ..
4 – Sebagiannya lagi adalah anak yang melaksanakan apa yang diperintahkan oleh ayah ibunya dengan perasaan jiwa yang enak, baik dan lega
فَهَؤُلَاءِ (مَأْجُوْرُوْنَ) وَهُمْ قَلِيْلُوْنَ.
Mereka inilah anak-anak yang mendapatkan pahala, sayangnya, yang seperti ini sedikit jumlahnya.
٥- وَبَعْضُهُمْ يَفْعَلُوْنَ مَا يُرِيْدُهُ الْوَالِدَانِ قَبْلَ أَنْ يَأْمُرُوْا بِهِ..
5 – [Namun], ada juga yang anak yang melaksanakan apa yang diinginkan atau dikehendaki oleh bapak ibunya sebelum bapak dan ibu itu memerintahkan kepadanya
فَهَؤُلَاءِ هُمُ (الْبَارُّوْنَ الْمُوَفَّقُوْنَ) وَهُمْ ناَدِرُوْنَ.
Yang kayak gini ini adalah anak yang berbakti, yang mendapatkan taufiq dan bimbingan dari Allah SWT, sayangnya, yang seperti ini ini terhitung sebagai barang langka
فَلَا تَسْأَلْ عَنْ بَرَكَةِ أَعْمَارِهِمْ
[tentang manfaat dan kegunaan anak yang berbakti seperti ini], jangan lagi engkau tanyakan tentang keberkahan umurnya.
وَسَعَةِ أَرْزَاقِهِمْ
Tentang kelapangan rizkinya
وَانْشِرَاحِ صُدُوْرِهِمْ
Tentang ketenangan hatinya
وَتَيْسِيْرِ أُمُوْرِهِمْ..
Tentang kemudahan urusannya
وَذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ.
[dan yang demikian ini, tidak lain adalah] anugerah Allah SWT yang diberikan-Nya kepada siapa saha yang dikehendaki, dan Allah SWT adalah dzat yang pemberi anugerah yang agung.
Semoga kita dan anak-anak kita termasuk ke dalam golongan dan tipe anak yang ke-5, amin.

INDAHNYA PERSATUAN ISLAM

JALAN KELUAR AGAR KITA BERSATU SEBAGAI AHLUSSUNNAH

Dr. Amir Faishol Fath

1. Perlu diketahui bahwa perbedaan antara kelompok ahlussunah hanyalah sekitar furuiyah khilafiyah. Maka siapa yag mengatakan bahwa ada perbedaan sekitar ushul berati ia sudah keluar dari ahlussunah.

2. Bila kita sepakat ini maka tidak perlu saling menghakimi, melainkan kita sinergy untuk memcapai tujuan-tujuan besar yg kita sepakati.

3. Sejauah pengamatan saya terhadap berbagai kelompok2 ahlussunah di Indonesia tidak ada perbedaan fundamental kecuali hanya beda cara berdakwah: NU dakwhnya hidupkan amalan tardisional. Muhammadiyah : hidupka  pendidikan yang tangguh. Salafi hidupkan sunnah. PKS hidupkan pemahaman Islam Kaffah dari perbaikan pribadi, rumah tangga sampai negara. HTI hidupkan urgensi kepemimpinan dengan nama khilafah.

4. Jadi saatnya sekarang kita buktikan satu tubuh seperti kata Nabi saw., saling melengkapi, dukung mendukung, bukan saling melemahkan. Sebab hanya dengan cara ini kita akan berdaya tidak saja bagi negeri ini tetapi juga bagi umat Islam di brlahan lain yang butuh bantuan kita secara materi dan kekuatan politik.

Rabu, 02 Desember 2015

KARENA ISTRI INGIN DIMENGERTI

KARENA ISTRI INGIN DIMENGERTI
Saat istri marah, ia belum tentu kesal
Ia hanya butuh pengertian
Saat istri menangis, ia belum tentu bersedih
Ia hanya butuh pelukan
Saat istri cemberut, ia belum tentu kecewa
Ia hanya butuh perhatian
Saat istri cemburu, ia belum tentu iri
Ia hanya butuh pujian
Saat istri menolak, ia belum tentu tak mau
Ia hanya butuh rayuan dan bujukan
Saat istri lelah, ia belum tentu merasa capek
ia hanya butuh diajak jalan-jalan
Saat istri sakit hati, ia belum tentu terluka
Ia hanya butuh belaian
Namun...
Saat istri tersenyum, ia belum tentu setuju
Bisa jadi ia sedang berusaha mengerti
Saat istri tertawa, ia belum tentu bahagia
Bisa jadi ia sedang berusaha membahagiakan suaminya
Saat istri diberi hadiah, ia belum tentu senang
Bisa jadi ia sedang berusaha untuk menghargai
Saat istri terlihat tegar, ia belum tentu kuat
Bisa jadi ia sedang mencoba untuk bertahan menghadapi ujian
Saat istri mengerjakan perintah suami, belum tentu sesuai keinginannya
Bisa jadi ia sedang berusaha untuk menjadi istri yang taat
Wahai para suami atau calon suami,
selami lebih dalam psikologi pasanganmu
Karena bisa jadi ada makna di balik setiap kata dan ekspresinya
Ini bukan masalah tidak adanya ketulusan dan keikhlasan.
Namun belajarlah memahami tabi'at seorang wanita yang rela mengorbankan sisa usianya bersamamu.
Selalu ada pengorbanan dalam membangun cinta.
Namun insyaAllah berakhir bahagia hingga ke surga.
Subhanallaah

Minggu, 29 November 2015

MAHIR QURAN, Cara Mahir Membaca Al Quran

MAHIR QURAN
Cara Mahir Membaca Al Quran

Kesibukan dan keterbatasan waktu serta pengetahuan orang tua dalam memahami bacaan Al-Qur’an membuat keluarga muslim Indonesia kurang banyak memberikan pembelajaran di rumah kepada anak-anaknya tentang pentingnya belajar membaca Al Qur’an secara tartil.

Menurut data yang kami peroleh, jumlah kaum muslimin yang mampu membaca Al Quran dengan baik, jumlahnya masih sedikit,

▪ 85% penduduk Indonesia memeluk agama Islam, Indonesia merupakan Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

▪ 64% umat Islam di Indonesia buta huruf Al Qur’an

▪ Hanya 20% dari imam masjid di Indonesia yang benar bacaan tajwid Al Qur’an- nya.

(Sumber : Institut Ilmu Al Qur’an)

Berdasarkan data tersebut, kami mempunyai rasa tanggung jawab untuk membantu kaum muslimin dalam pembelajaran Al Qur’an melalui metode yang benar

Tujuan lain yang kami laksanakan dimaksudkan untuk membuka pemahaman masyarakat khususnya umat muslim agar mengetahui betapa pentingnya membaca Al Qur’an.

Untuk itu, kami sudah membuat sebuah buku metode khusus untuk para pemula, anak maupun dewasa, yaitu MAHIR QURAN, Cara Mahir Membaca Al Quran.

Kami yakin dan memahami bahwa masih banyak generasi muda maupun orang tua yang memerlukan informasi dan solusi cara belajar, mengajar, dan memahami Al Qur’an yang lebih efektif, efisien, serta menyenangkan untuk keluarga tercinta guna berpartisipasi aktif dalam menciptakan generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia.

Kami memberikan kemudahan layanan belajar Al Quran, diantaranya:

1. Kemudahan Metode Belajar

Metode kami sudah terbukti dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan waktu yang lama

2. Kemudahan Waktu belajar

Waktu belajar fleksibel, sesuai permintaan, pagi, siang, sore atau malam

3. Kemudahan Tempat

Tempat belajar sesuai keinginan, bisa di tempat atau di rumah sendiri yang nyaman

4. Kemudahan Biaya

Biaya yang ringan, pembayaran bisa dilakukan per-pertemuan atau per bulan, bisa ditransfer.

5. Kemudahan Guru

Guru sesuai keinginan, ikhwan atau akhwat, jika tidak cocok, bisa dilakukan pergantian.

Segera daftarkan diri dan keluarga Bapak/Ibu, mari kita belajar bersama untuk meningkatkan kualitas bacaan Al Quran kita.

Hubungi kami:

Rabbania Private
Jl. H. Yasin No.36 Sukajadi Bandung
Email: rabbania.rumahbelajar@yahoo.com
Tlp. SMS/WA 085222781342 /087822210437
Pin 59FCC718

7 GOLONGAN YANG MENDAPAT NAUNGAN ALLAH SWT

WAHAI saudaraku, tahu kah Anda, jika ada golongan orang-orang terpilih yang akan Allah SWT beri kenikmatan di surga dan akan mendapat naungan dari awan sejuk pada cuaca yang panas di hari akhir kelak?

Merekalah golongan orang-orang yang luar biasa karena mampu bertahan menjaga ketaqwaannya. Padahal, lingkungan mereka sangat memudahkannya untuk melakukan kemaksiatan dan perbuatan dosa. Di antara mereka ada golongan para pemimpin yang adil, pemuda yang giat beribadah dan ahli masjid. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Ada tujuh golongan Allah SWT beri naungan kepada mereka. Tatkala itu tiada naungan kecuali naungan-Nya. Merekalah: Pemimpin nan berlaku adil, pemuda giat jalani ibadah, seorang yang hatinya tertaut kepada masjid, dua orang yang bercinta dan bercumbu karena Allah, hamba yang ingat pada Allah ketika sendiri, lalu ia meneteskan air mata karena-Nya. Seorang yang merahasiakan sedekahnya, hingga tangan kirinya tak tahu sedekah tangan kanan. Seorang pria yang dirayu wanita cantik ‘tuk berzina, lalu ia berkata, ‘Saya takut kepada Allah’,”(HR. Abu Hurairah).

Pada hari akhir kelak, di Padang Mahsyar umat manusia akan dikumpulkan dalam satu area. Seluruh manusia dari zaman Nabi Adam hingga dunia kiamat. Pada hari itu udara sangat panas. Ada yang menggambarkan di Padang Mahsyar matahari sangat dekat sehingga sangat panas dan gerah. Seperti kita dijemur waktu upacara bendera, bukan di pagi hari tapi siang hari dan udara sangat panas. Di sana kelak lebih dari itu. Di saat semua orang kepanasan ada awan bergerak yang menaungi beberapa golongan. Dengan awan tersebut orang yang dinaungi di bawahnya menjadi sejuk, sementara yang lainnya kepanasan.

Merekalah golongan khusus, eksklusif. Seperti mereka yang naik kereta api eksklusif. Orang-orang pada mengantri membeli dan masuk ke kereta secara berjumbel-jumbel dengan udara yang panas serta pengap. Namun penumpang eksklusif, menunggu di ruang tunggu ber-AC. Pada saat kereta akan berangkat, ia baru dipanggil untuk masuk satu-satu. Sungguh enak bukan. Siapakah golongan eksklusif itu?

Yang pertama adalah pemimpin yang adil. Mengapa pemimpin masuk dalam naungan. Bukankah banyak pemimpin yang menindas rakyat, zalim dan korup? Bahkan pameo yang terkenal adalah power trends to corrupt, absolute power corrupt absolutely. Kekuasaan, terutama pemimpinnya, cenderung untuk berbuat korupsi. Kekuasaan yang besar akan korupsi dengan besar pula. Demikian peribahasa berbunyi karena saking banyaknya pemimpin yang zalim. Memang pemimpin yang baik dan adil itu sedikit. Dan yang sedikit itu karena kekhusuannya akan diberikan ganjaran yang setimpal dengan keadilannya, yaitu diberikan naungan awan nan sejuk di saat yang lain kepanasan.

Bagi seorang pemimpin, sangatlah mudah ia akan menjadi adil atau zalim. Sama mudahnya dengan dia ingin berteduh di bawah awan yang menaunginya atau tetap berpanas-panasan di bawah matahari yang terik. Namun saat ini kita melihat, seberapa banyak pemimpin yang adil.

Kedua adalah seorang pemuda yang dia giat melakukan ibadah sepanjang waktu. Golongan kaum ini juga eksklusif. Sebab di saat banyak orang seperti dia memanfaatkan waktu hal-hal yang tidak berguna dan cuma untuk kesenangan sesaat, dia justru tekun beribadah.

Seorang pemuda kota yang di saat teman-temannya di malam minggu berkeliaran mengendari motor atau mobil, dia berdzikir di masjid. Teman-temannya pada dugem (dunia gemerlap) atau mendatangi teman wanitanya untuk bergembira dan bersuka ria, dia juga bersuka ria untuk mendatangi majelis taklim untuk menimba ilmu dan berkumpul dengan orang saleh.

Pemuda seperti ini memang beda. Meskipun usianya muda, ia tidak pernah berpikiran bahwa hidupnya masih lama. “Ah, malaikat pasti akan mencabut nyawa kakek dulu, baru ayah dan ibu, kemudian kakak-kakak, baru aku.”

Begitu kira-kira jalan pikiran pemuda yang hidupnya berhura-hura. Dengan selorohnya mereka bersemboyan, “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga.” Kalau ada anak muda yang demikian, patut kita bilang kepadanya, “Surganya mbahmu”. Namun tidak demikian dengan pemuda calon penghuni surga yang akan dinaungi awan keteduhan. Ia berpedoman dengan hadits Rasulullah SAW, “Berusahalah seakan-akan engkau akan hidup seribu tahun, beribadahlah seakan-akan engkau akan mati besok.”

Memang pemuda seperti ini pantas mendapatkan naungan awan di saat yang lain kepanasan.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa kedudukan pemuda yang rajin ibadah seperti ini di mata Allah SWT lebih mulia daripada malaikat. Apabila kita ingin melihat malaikat berwajah manusia, silahkan menyaksikan pemuda seperti ini.

Ketiga adalah seseorang yang hatinya tertaut pada masjid. Siapa pun dia, orang seperti ini hatinya seperti besi yang menempel pada magnet masjid. Hal yang paling disukai adalah menunggu waktu datangnya shalat. Jadi sebelum azan dia sudah datang, melakukan shalat tahiyatul masjid dua rakaat dan berzikir menunggu muazin mengumandangkan azan. Kehadirannya dalam shalat berjamaah di masjid selalu awal, tidak pernah ketinggalan atau masbuk. Di waktu senggangnya ia lebih suka membaca buku agama di masjid. Atau berdiskusi masalah keagamaan di masjid kalau memang tidak ada pengajian di malam itu. Iktikaf di masjid lebih ia sukai daripada tempat mana pun.

Tidak sekadar itu, ia juga aktif dalam kemakmuran masjid. Seorang pemuda yang hatinya tertaut pada seorang wanita tentu ingin menyenangkan hati wanita tersebut. Demikian juga dengan seseorang yang hatinya tertaut pada masjid, pasti ingin “menyenangkan” masjid itu, dengan cara sering mendatangi dan memakmurkannya. Berbagai kegiatan dakwah dan syiar Islam ia adakan dan aktif di dalamnya. Orang seperti ini memang layak mendapat naungan Allah SWT pada saat yang lain tidak mendapatkannya. []

BERSAMBUNG

Sumber: Hikmah dari Langit/Ust. Yusuf Mansur & Budi Handrianto/Penerbit: Pena Pundi Aksara/2007

SUMUR UTSMAN BIN AFFAN

Sumur Utsman Bin Affan

Usman bin Affan r.a. lahir di Thaif dekat Mekah, ia hidup dijaman Rasulullah Muhammad, dan setelah Rasulullah wafat kepemimpinan dilanjutkan oleh Abu Bakar, Umar bin Khatab dan juga dia sendiri Usman bin Affan. Kedermawanan Usman sudah tampak sebelum ia jadi khalifah.

Sebelum masuk Islam-pun Ustman tidak pernah berbuat dosa, tidak menyembah patung sebagaimana umunnya orang saat itu. Hal tersebut yang membuat Usman cepat menerima petunjuk Allah untuk masuk kedalam Islam. Usman termasuk orang yang diberitakan Rasulullah SAW mendapat jaminan untuk masuk syurga.

Usman bin Affan oleh rasulullah diberi gelar ‘Dzun Nurain‘ (orang yang memiliki dua cahaya) karena Usman bin Affan telah menikahi dua putri Rasulullah SAW. Istri Usman bin Affan yang pertama adalah Ruqayyah, kemudian ia meninggal, dan Usman bin Affan kawin lagi dengan putri Rasulullah yang bernama Ummu Kaltsum.
Kelebihan dari sahabat Rasulullah yang bernama Usman bin Affan ini adalah sifat pemalunya. Rasulullah SAW pernah menyatakan, “Orang yang paling kasih sayang dari umatku ialah Abu Bakar, dan yang paling teguh dalam memelihara ajaran Allah ialah Umar, dan yang paling bersifat pemalu ialah Usman.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Al-Hakim dan Tirmidzi).

Pada Perang Tabuk di Romawi arah Palestina yang dikenal dengan yaumul Usrah (hari yang sulit). Rasulullah menganjurkan kaum muslimin untuk berinfak untuk biaya perang tersebut. Saat itu Abu Bakar memberikan 100 % hartanya, Umar 50% hartanya.
Adapun Usman memberikan : bekal untuk sepertiga pasukan Islam, 950 unta, 50 kuda dan 1.000 dinar. Kalau dirupiahkan tahun 2013 sekitar 62,08 milya. Harta Abubakar 100% dan Umar 50% belum jauh lebih kecil bila dinding harta yang di Infaq-kan Umar. Maka Rasulullah SAW mengucapkan, “Tidak akan ada sesuatu yang dapat membahayakan Usman setelah hari ini dengan apa yang dia lakukan hari ini. Ya.! Allah, ridhailah Usman, sesungguhnya aku ridha kepadanya.”

Sumur Yang dibeli Usman
Ketika kaum Muslimin hijrah dari Mekah ke Madinah, mereka kesulitan air, dimana di Madinah ada sebuah sumur, tapi sumur itu milik seorang Yahudi dan sengaja airnya diperdagangkan. Hijrahnya kaun Muslimin ke Madinah amat menggembirakan bagi orang Yahudi tersebut karena ia dapat menjual air-nya kepada kaum muslimin.

Oleh karena itu Rasulullah SAW mengharapkan ada seorang sahabat yang membeli sumur itu untuk meringankan beban kaum muslimin yang telah menderita karena harta benda mereka ditinggalkan di kota Mekah. Usman bin Affan bergegas menemui orang Yahudi tersebut untuk membeli separuh sumur tersebut. Disepakatilah harga separuh sumur itu 12.000 Dirham (sekitar 5 juta Rupiah tahun 2013) dengan perjanjian satu hari menjadi hak orang Yahudi itu, dan keesokan harinya adalah hak Usman bin Affan atas sumur tersebut.

Pada giliran hak pakai Usman bin Affan, kaum Muslimin bergegas mengambil air yang cukup untuk kebutuhan dua hari secara gratis. Dengan demikian si Yahudi merasa rugi, karena pada giliran hak pakai dirinya terhadap sumur itu tidak ada lagi kaum Muslimin yang memebeli air padanya. Orang Yahudi tersebut mengeluh kepada Usman, dan akhirnya menjual separuhnya kepada Usman dengan harga 8.000 Dirham.

Masa Paceklik Khalifah Abu Bakar
Bentuk kedermawanan lain Usman bin Affan, pada masa pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a, kaum Muslimin dilanda paceklik yang dahsyat. Mereka mendatangi khalifah Abu Bakar seraya berkata, “Wahai.. khalifah Abu Bakar..! Langit tidak menurunkan hujan dan bumi kering tidak menumbuhkan tanaman, dan orang-orang meramalkan bakal terjadi bencana besar, maka apa yang harus kita lakukan?”

Abu Bakar menjawab, “Pergilah dan bersabarlah… Aku berharap sebelum tiba malam hari Allah akan meringankan kesulitan kalian.”
Pada sore harinya ada serombongan kafilah dari Syam yang terdiri dari seribu unta yang mengangkat gandum, minyak dan kismis. Unta-unta itu kemudian berhenti di depan rumah Usman bin Affan, lalu kafilah-kafilah itu menurunkan muatannya. Tak lama kemudian para pedagang (tengkulak) datang menemui Usman dengan maksud ingin membeli barang-barang tersebut.

Lalu Usman bin Affan berkata kepada mereka, “Dengan segala senang hati, berapa banyak keuntungan yang akan kalian berikan kepadaku..?” Mereka menjawab, “Dengan dua kali lipat.” Usman menjawab, “Waduh sayang..! Sudah ada penawaran yang lebih tinggi dari kalian.”

Para pedagang itu kemudian menaikkan tawarannya empat sampai lima kali lipat, tetapi Usman bin Affan tetap menolak dengan alasan sudah ada penawar yang akan menawar lebih tinggi lagi dari penawaran para pedagang tersebut.

Akhirnya para pedagang (tengkulak) semuanya menjadi penasaran, lalu berkata lagi kepada Usman, “Hai Usman, di Madinah ini tidak ada pedagang selain kami, dan tidak ada yang mendahului kami dalam penawaran, siapa orang yang berani menawar lebih tinggi dari kami..?” Akhirnya Usman menjawab, “Allah SWT memberikan kepadaku sepuluh kali lipat, apakah kalian mau memberi lebih dari itu..?”

Mereka serempak mejawab, “Tidak..!” Usman berkata lagi, “Aku menjadikan Allah sebagai saksi bahwa seluruh yang dibawa kafilah itu adalah menjadi sedekah untuk para fakir miskin dari kaum Muslimin secara gratis.

Maka pada sore hari itu juga Usman bin Affan r.a. membagi-bagikan seluruh makanan yang dibawa oleh kafilah tadi kepada fakir miskin. Mereka semuanya mendapat bagian yang cukup untuk kebutuhan keluarganya masing-masing dalam jangka waktu yang lama.

Itulah sebagian dari kedermawanan Usman bin Affan r.a. Selanjutnya mengenai kepribadian dalam perjalanan hidupnya, Usman bin Affan adalah seorang yang bertakwa, selalu bersikap wara’, di tengah keheningan malam dia selalu mengkaji Al-Qur’an dan setiap tahunnya dia menunaikan ibadah haji.

Apabila ia berzikir, maka dari matanya mengalir air mata haru. Ia selalu bersegera dalam segala amal kebajikan dan kepentingan umat

KALIMAT INDAH SYAIKH AIDH AL QARNI

Kalimat indah dari Syaikh 'Aidh Al-Qarni:

نحن لا نملك تغییر الماضي
Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi.

و لا رسم المستقبل
Juga tidak bisa menggariskan masa depan.

فلماذا نقتل انفسنا حسرة
Lalu mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan,

على شيئ لا نستطیع تغییره؟
atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah?

***

الحیاه قصیرة كثيرة
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak.

فانظر الى السحاب و لا تنظر الى التراب
Maka tataplah awan dan jangan lihat ke tanah

اذا ضاقت بك الدروب فعلیك بعلام الغیوب و قل الحمدلله على كل شيئ
Kalau merasa jalan sudah makin sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang gaib...
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.

***

سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang.

وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
Sedangkan kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang.

الأولى غرقت والثانية حملت البشرية
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedangkan kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia.

التوفيق من الله سبحانه وتعالى
Taufik hanya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

***

نحن لسنا السكان الأصليين لهذا الكوكب الأرض بل نحن ننتمي إلى الجنّة
Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.

حيث كان أبونا أدم يسكن في البداية لكننا نزلنا هنا مؤقتاً لكي نؤدّي اختبارا قصيرا ثم نرجع بسرعة
Tempat, dimana org tua kita, Adam, tinggal pertama kali...
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara. Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

فحاول أن تعمل ما بوسعك لتلحق بقافلة الصالحين التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع و لا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير
Maka berusahalah semampumu, untuk mengejar kafilah orang-orang shalih, yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas, di akhirat sana...
Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini!

***

الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب، حتىّ الموت ليس فراقاْ سنجتمَع في الآخره الفراق هو: أن يكون أحدنا في الجنه والآخر في النار
Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh
Atau karena ditinggal orang tercinta...
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat
Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.

جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته
Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya.

Sabtu, 28 November 2015

Menyembelih dan Makan Binatang Dalam Pandangan Agama Hindu

Ada sementara golongan, misalnya Golongan Brahmana (Hindu) dan Filsuf yang mengharamkan dirinya menyembelih dan memakan binatang. Mereka cukup hidup dengan makanan-makanan dari tumbuh-tumbuhan. Golongan ini berpendapat, bahwa menyembelih binatang termasuk suatu keganasan manusia terhadap binatang hidup. Manusia tidak berhak untuk menghalang-halangi hidupnya binatang.

Tetapi kita juga tahu dari hasil pengamatan kita terhadap alam ini, bahwa diciptanya binatang-binatang itu tidak mempunyai suatu tujuan. Sebab binatang tidak mempunyai akal dan kehendak. Bahkan secara nalurinya binatang-binatang itu dicipta guna memenuhi (khidmat) kebutuhan manusia. Oleh karena itu tidak aneh kalau manusia dapat memanfaatkan dagingnya dengan cara menyembelih, sebagaimana halnya dia juga dapat memanfaatkan tenaganya dengan cara yang lazim.
Kita pun mengetahui dari sunnatullah (ketentuan Allah) terhadap makhluknya ini, yaitu: golongan rendah biasa berkorban untuk golongan atas. Misalnya daun-daunan yang masih hijau boleh dipotong/dipetik buat makanan binatang, dan binatang disembelih untuk makanan manusia dan, bahkan, seseorang berperang dan terbunuh untuk kepentingan orang banyak. Begitulah seterusnya.

Haruslah diingat, bahwa dilarangnya manusia untuk menyembelih binatang tidak juga dapat melindungi binatang tersebut dari bahaya maut dan binasa. Kalau tidak berbaku hantam satu sama lain, dia juga akan mati dengan sendirinya; dan kadang-kadang mati dalam keadaan demikian itu lebih sakit daripada ketajaman pisau.

Jumat, 13 November 2015

GURU TELADAN

GURU TELADAN 
(Kisah nyata) 
Pak Hamid duduk termangu.
Dipandanginya benda2 yg berjajar di depannya dg masygul.
Bertahun-tahun dimilikinya dg penuh kebanggaan.
Dirawat dg baik hingga selalu bersih & mengkilap.
Jk ada org yg bertanya,
Pak Hamid akan bercerita dg penuh kebanggaan.
Siapa yg tdk bangga memiliki benda2 itu? Brbagai plakat pnghargaan yg diterimany selama 35 th pengabdiannya sbg guru di daerah terpencil.
Daerah terisolasi yg tdk diminati oleh guru2 yg lain.
Namun Pak Hamid ikhlas mnjalaninya, walau dg gaji yg trsendat & minimny fasilitas sekolah.
Cinta Pak Hamid pd anak2 kecil yg bertelanjang kaki & rela berjalan jauh utk mencari ilmu, mampu menutup keinginannya utk pindah ke daerah lain yg lbh nyaman.
Kini masa itu sdh lewat. Masa pengabdiannya usai sdh pd usianya yg ke 60 . Meskipun berat hati,
Pak Hamid harus meninggalkan desa itu beserta keluarganya.
Mrk tinggal di rumah peninggalan mertuanya di pinggir kota.
Jauh dari anak didik yg dicintainya, jauh dari jln tanah, sejuknya udara & beningnya air yg selama ini menjadi nafas hidupnya.
“Hei, jualan jgn sambil melamun!”
Teriak pedagang kaos kaki di sebelahnya.
Pak Hamid tergagap.
“Tawarkan jualanmu itu pd org yg lewat.
Klu kamu diam sj, sampek elek ra bakalan payu!” (sampai butut ga akan laku) kt pedagang akik di sebelahnya.
“Jualanmu itu menurutku agak aneh,”
ujar pedagang kaos kaki lg.
“Apa ada yg mau beli barang2 seperti itu ?
Mgk kamu mesti berjualan di tempat brg antik.
Bkn di kaki lima seperti ini”.
Pak Hamid tak menjwb.
Itu pula yg sdg dipikirknnya.
Siapa yg tertarik utk mmbeli plakat-plakat itu?
Bukanlah benda2 itu tdk ada gunanya bg org lain, sekalipun sgt berarti baginy
“Sebenarnya knp sampai kau jual tanda penghargaan itu ?
Tanya pedagang akik.
Saya butuh uang..kt pak Hamid.
“Apa istri atau anakmu sdg sakit ?”
“Tidak.
Anak bungsuku hendak masuk SMU.
Sy butuh uang utk mmbayar uang pangkalnya.
“Knp tdk ngutang dulu.
Siapa tahu ada yg bisa mmbantumu.
Sudah. Sdh kucoba kesana-kemari, namun tak kuperoleh juga.”
“Hei, bknkah kau pny gaji...
Eeeh... pensiun maksudku.”
“Habis buat nyicil motor utk ngojek si sulung & buat makan sehari-hari.”
Penjual akik terdiam.
Mgk merasa maklum, sesama org kecil yg mncoba bertahan hidup di kota dg brjualan di kaki lima
“Kau yakin jualanmu itu akan laku?
Penjual kaos kaki bertanya lg setelah beberapa saat. Matany menyiratkan iba.
“Insya Allah.
Jika Allah mnghendaki aku memperoleh rejeki, mk tak ada yg dpt mnghalanginya.”
Siang yg panas.
Terik matahari tdk mngurangi hilir mudik org2 yg berjalan di kaki lima itu.
Beberapa org berhenti, melihat-lihat akik & satu dua org mmbelinya.
Penjual akik bgt brsemangat merayu pembeli.
Rejeki tampakny lbh brpihak pd pnjual kaos kaki.
Lbh dari 20 pasang kaos kaki terjual.
Sdgkan jualan Pak Hamid, tak satupun yg meliriknya.
Keringat membasahi tubuh Pak Hamid yg mulai renta dimakan usia.
Sekali lg dipandanginya plakat-plakat itu.
Kegetiran mmbuncah dlm dadanya.
Brbagai pnghargaan itu ternyt tak menghidupinya.
Pnghargaan itu hny sebatas penghargaan sesaat yg kini hny tinggal sebuah benda tak berharga.
Sebuah ironi yg sgt pedih.
Tak terbayangkan seblmnya
Predikatnya sbg guru teladan berthn yg lalu, tak sanggup menghantarkan anakny memasuki sekolah SMU.
Sekolah utk mnghantarkan anakny mnggapai cita2, yg dulu selalu dipompakan ke anak2 didiknya. 
Saat kegetiran & keputusasaan msh meliputinya,
Pak Hamid dikejutkan oleh sebuah suara.
“Bapak hendak mnjual plakat-plakat ini?
Seorg lelaki muda perlente berjongkok sambil mngamati jualan Pak Hamid.
Melihat baju yg dikenakannny & mobil mewah yg ditumpanginya dg supirnya, ia sepertiny lelaki berduit yg kaya. 
Pak Hamid tiba2- berharap.
“Ya...ya..saya mmg menjual plakat-plakat ini,”
Jawab Pak Hamid gugup.
“Brp bpk jual setiap satuannya?
Pak Hamid berfikir,
Brp ya?
Bodoh benar aku ini.
Dari tadi blm terpikirkan olehku harganya.”
“Berapa, Pak?”
“Eee...tiga ratus ribu.”
“Jadi semuanya satu juta lima ratus.
Blh saya beli semuanya ?”
Hah??
Dibeli semua, tanpa ditawar lg.
Kenapa tdk kutawarkan dg harga yg lbh tinggi?
Pikir Pak Hamid sedikit menyesal.
Tp ia segera menepis sesalnya.
Sdhlah, sdh untung bisa laku.
“Apa Bpkk pny yg lain.
Tanda penghargaan yg lain misalnya ...”
Tanda penghargaan yg lain?
Pak Hamid buru2 mngeluarkan bbrp piagam dari tasnya yg lusuh.
Piagam sbg peserta penataran P4 terbaik,
piagam guru matematika terbaik se kabupaten,
bahkan piagam sbg peserta Jambore dan lain-lain piagam yg sebenarnya tdk begitu berarti.
Semuanya ada 10 buah.
“Bpk kasih harga brp satu buahnya ?”
“Dua ratus ribu.”
Hny itu yg terlintas di kepalanya.
“Baik.
Jd semuany seharga tiga juta lima ratus ribu.
Bpk tunggu sebentar, sy akan ambil uang di bank sana itu.”
Kata lelaki perlente itu sambil menunjuk sebuah bank yg berdiri megah tak jauh dari situ.
“Ya...ya..sy tunggu.”
Kata Pak Hamid msh tak percaya.
Menit2 yg berlalu sungguh menggelisahkan.
Benarkah lelaki muda itu hendak membeli plakat2 & brbagai tanda penghargaanny?
Atau dia hny penipu yg menggoda sj?
Pak Hamid pasrah.
Tapi nyatanya, lelaki itu kembali jg akhirnya dg sebuah amplop coklat di tangannya.
Pak Hamid mnghitung uang dlm amplop, lalu buru2 mmbungkus plakat2 & brbagai tanda penghargaan miliknya dg kantong plastik, seakan-akan takut lelaki muda itu berubah pikiran.
Dipandangny lelaki muda itu pergi dg gembira bercampur sedih.
Ada yg hilang dari dirinya.
Kebanggaan atau mgk jg harga dirinya.
Pak Hamid kini melipat alas dagangannya & segera beranjak meninggalkan tempat itu,
Meninggalkan pedagang akik & kaos kaki xyg terbengong-bengong.
Entah apa yg mrk pikirkan.
Namun, ia tak sempat berfikir soal mrk, pikirannya sendiri pun masih kurang dpt mmpercayai apa yg baru saja terjadi.
“Lbh baik plg jln kaki sj.
Mgk sepanjang jln aku bisa menata perasaanku.
Sebaik mgk.
Aku tdk ingin istriku melihatku merasa kehilangan plakat2 itu.
Aku tdk ingin ia melihatku menyesal telah mnjualnya.
Krn aku ingin anakku sekolah,
Aku ingin dia sekolah!”
Pak Hamid bertutur panjang dlm hati.
Ia melangkah gontai menuju rumah.
Separuh hatinya bgt gembira, akhirnya si bungsu dpt sekolah.
Tiga setengah juta cukup utk mmbiayai uang pangkal & bbrp bulan SPP.
Namun, separuh bagian hatinya yg lain menangis, kehilangan plakat2 itu, yg sekian thn lamanya selalu menjadi kebanggaannya.
Jarak tiga kilometer & wkt yg terbuang tak dipedulikannya.
Sesampainya di rumah, istrinya menyambutnya dg wajah khawatir.
“Ada apa, Pak?
Apa yg terjadi dgmu?
Tadi ada lelaki muda yg mncarimu.
Dia memberikan bungkusan ini & sebuah surat.
Aku khawatir sampeyan ada masalah.”
Pak Hamid tertegun.
Dilihatnya kantong plastik hitam di tangan istrinya. Sepertinya ia mengenali kantong itu.
Dibukany kantong itu dg terburu2.
Dan...plakat- plakat itu, tanda penghargaan itu ada di dalamnya!
Semuanya!
Tak ada yg berkurang satu bijipun!
Apa artinya ini?
Apakah lelaki itu berubah pikiran?
Mgk ia bermaksud mengembalikan semuanya.
Atau mgk harga yg diberiknnya terlalu mahal.
Batin Pak Hamid brgejolak riuh.
Segera dibukany surat yg diangsurkan istriny ke tangannya.
Sehelai kartu nama terselip di dlm surat pendek itu.
"Pak Hamid yg sy cintai.
Sy kembalikan plakat2 ini.
Plakat-plakat ini bkn hny berarti utk Bapak, tp jg buat kami semua, murid-murid Bapak.
Kami bangga mnjadi murid Bapak.
Terima kasih atas semua jasa Bapak."
Suryo, lulusan tahun 76.
Tak ada kata-kata.
Hanya derasnya air mata yg membasahi pipi Pak Hamid.
Terima kasih tak terhingga untukmu guru.

Kamis, 12 November 2015

BERBAKTI KEPADA ORANGTUA

Tiada kata yang pantas buat sosok orangtua selain kata berBAKTI.
.
Mungkin anak bisa berkata "akan aku BALAS jasa orang tuaku". Tapi sebenarnya kurang tepat karena bagaimanapun dan sampai kapanpun kita tidak akan bisa membalas jasa orang tua. .
Anak bisa berkata "akan aku BANTU orang tuaku". Namun biasanya orangtua yang lebih cepat hadir buat kita, karena biasanya kita gampang menunda, atau bisa jadi lupa jika itu untuk orangtua.
.
Karena itu, hanya kata BAKTI yang pantas kita lakukan. Bagaimanapun perlakuan baik kita kepada orangtua belum bisa mencapai makna BANTU atau BALAS JASA. Janganlah kita merasa hebat, karena sudah merawat dan membantu orangtua. Seandainya kita berikan dunia dengan seluruh isinya pun, tidak akan terbalas setetes air susu yang telah diberikan orang tua kita.
.
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (QS. Al Isra : 24)

* dari @sabarlahdiriku

Tiga Cara Mendidik Anak Menurut Ajaran Rasulullah



Setiap orang tua pasti menginginkan buah hati nya menjadi anak yang cerdas, pintar dan  membanggakan untuk kedua orangtuanya. 
Bukan hanya itu para orang tua juga mendambakan kelak anaknya bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah. 
Ya, itulah keinginan setiap orang tua terhadap anaknya. 
Namun semua itu tidak akan terwujud jika bukan orang tua itu sendiri yang memberikan pengajaran untuk anak-anaknya.

Untuk menjadikan anak sesuai dengan apa yang kita inginkan tidak cukup hanya mengandalkan guru ataupun di tempat les. 
Orangtualah yang harus menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya. 

Lalu bagaiman cara memulai untuk mendidik anak-anak agar bisa menjadi seseorang yang bisa dibanggakan? 
Ada cara mudah yang bisa anda lakukan dan hal ini adalah menurut ajaran Rosulullah. 
Ini ada tiga cara mendidik anak menurut ajaran Rosulullah yang harus kamu ikuti.

1.  Mendidik anak usia 0 hingga 6 tahun: Perlakukan anak sebagai raja
Perlakukan anak usia 0 sampai 6 tahun sebagai raja, karena fase ini adalah fase keemasan bagi seorang anak. 
Pada usia ini anak akan mengalami masa tumbuh kembang yang sangat cepat. 
Mainan adalah salah satu hal yang dapat merangsang perkembangan tumbh anak. 
Jika menurut ajaran Rosulullah mendidik anak usia 0 sampai usia  6 tahun adalah dengan cara memberikan kasih sayang dan memanjakan anak.

Membangun kedekatan dan merawat dengan baik adalah cara yang tepat untuk dilakukan. 
Zona Merah : jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak dan pahami bahwa anak masih kecil dan yang berkembang adalah otak kanannya. 
Jika anda bisa mengikuti cara Rosulullah ini maka anak anda akan merasa nyaman dan terlindungi dengan sikap anda yang memberikan kasih sayang tulus kepadanya. 
satu lagi yang harus anda ingat jangan sekali-kali memukul anak ketika dia nakal, berikan contoh yang baik dan beri kesempatan kepada anak agar mendapatkan kebahagiaan yang berkualitas. 


2.  Mendidik anak usia 7 hingga 14 tahun: *Perlakukan anak sebagai tawanan perang/ pembantu *
Ketika usia anak sudah menginjak 7-14 tahun maka perlakukan mereka sebagai tawanan. 
Sebagai tawanan yang dimaksud disini adalah memerintahkan anak untuk mengerjakan kewajibannya. 
seperti mendirikan sholat lima waktu dan mulai melatih untuk memisahkan mereka dari tempat tidur anda. 

“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”     (HR. Abu Dawud) 
Dalam hadist tersebut sudah dijelaskan bahwa anda wajib memukul anak ketika dia tidak mau mengerjakan sholat. 
Bukan berarti anak harus memukul dengan keras dan menyakitkan. Tapi cobalah dengan cara memberikan sanksi-sanksi yang membuat mereka jera. ua. 

Zona Kuning : hati-hati dan waspada. Latih anak mandiri mengurus dirinya sendiri, missal cuci piring, cuci baju, menyetrika. 
Pelajaran mandiri ini akan bermanfaat banyak di masa depannya, untuk kecerdasan emosionalnya. 


3.  Mendidik anak usia 15 hingga 21 tahun: Perlakukan anak seperti sahabat
Nah ketika usia anak sudah menginjak 15-21 tahun, perlakukan anak seperti sahabat. 
Seperti yang kita ketahui diusia tersebut anak sudah cenderung memberontak. Sebab itulah anda harus bisa mendekatkan diri dengan baik kepada anak anda. 
hal ini agar anak anda bisa terarah dan lebih mengerti dengan apa yang mereka lakukan.

Untuk usia ini Zona Hijau nya adalah : sudah boleh jalan karena mereka suda bisa mandiri dan menjadi duta keluarga. 

Anda bisa menjadikan mereka sahabat yang bisa berbagi dan memberi solusi untuk mereka. 
Jangan biarkan anak anda merasa tidak nyaman bersama anda dan mencari tempat untuk mengeluarkan unek-unek mereka. 
Didiklah anak dengan cara membangun sebuah persahabatan dimana mereka merasa nyaman dan tentram ketika berbicara dengan anda.

Para orangtua juga dilarang untuk memarahi dan menghardik anak di hadapan adik-adiknya ataupun di depan kakak-kakaknya. 
 Maksudnya supaya harga dirinya tidak jatuh sehingga anak tidak merasa rendah diri. 
Jalinlah pendekatan yang baik kepada anak.

Itulah tiga cara mendidik anak menurut ajaran Rosulullah. 
Usahakan untuk selalu menerapkan ajaran Rosulullah kepada anak-anak kalian agar anak-anak tumbuh sebagai anak yang cerdas, mandiri, membanggakan dan bahkan bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah. 

Pentingnya Pendidikan Seks di Usia Dini

dakwatuna.com – Kejahatan seksual pada anak belum juga berhenti. Hampir setiap hari kita mendengar berita miris ini. Soalnya, predator anak bergentayangan mencari mangsanya tanpa kenal lelah. Dengan jurus jitu, si penjahat ini mampu menaklukkan korban tanpa terdeteksi sejak dini. Dengan memanfaatkan kepolosan anak, sang pemburu seks ini melancarkan aksinya. Diawali dengan bujuk rayu, memberikan bantuan, harapan, perhatian sampai pada ancaman dan kekerasan, akhirnya korban keganasannya berjatuhan satu persatu. 

Ironisnya, kejahatan ini baru terbongkar dan pelakunya baru ditangkap setelah puluhan anak menjadi korban kebuasan seksnya. Yang sulit diterima akal sehat, pelaku kejahatan seksual tidak hanya dilakukan oleh orang asing atau orang baru bagi anak akan tetapi juga dilakoni orang terdekat. Tidak satu dua kali kita mendengar kabar, seorang ayah teganya menggagahi anaknya sampai hamil, seorang abang mengganggu adiknya, bahkan seorang kakek menyudahi cucunya. Ayah atau kakek yang sejatinya menjaga dan melindungi anak keturunannya agar selamat dunia akhirat namun justru ikut serta merusak diri dan masa depan anak cucunya. Sudah separah inikah negeri ini hingga tidak ada orang yang dapat dipercaya lagi untuk melindungi diri seorang anak. Hal inilah yang membuat orang tua (khusus ibu) merasakan kecemasan dan ketakutan atas keselamatan anaknya dari kejahatan seksual.

Memang banyak penyebab merajalelanya perbuatan yang abnormal ini. Di samping penyimpangan seksual yang dimiliki oleh orang bejat itu, juga disebabkan tidak adanya ketahanan dan pembelaan diri anak atas kejahatan seksual yang dilancarkan orang lain pada dirinya. Kondisi ini bisa terjadi karena sangat terbatasnya bahkan tidak adanya pengetahuan seks yang dimiliki anak sebagai bekal untuk mempertahankan dan menyelamatkan diri. Makanya banyak para pemerhati keselamatan anak dan penggiat perlindungan anak mengampanyekan pentingnya pendidikan seks pada anak sejak usia dini. Edukasi ini dilakukan agar anak memiliki pengetahuan tentang diri dan organ seksnya serta cara melindungi diri sehingga bisa terjaga dari orang-orang yang berniat jahat pada dirinya.

Pendidikan seks yang ditanamkan sejak dini akan mempermudah anak dalam mengembangkan potensi dirinya, meningkatkan harga dan kepercayaan diri, memiliki kepribadian yang sehat, dan penerimaan diri yang positif serta pertahanan diri dari marabahaya. Di sinilah peran orang tua benar-benar penting dan menentukan, karena merekalah yang paling mengenal diri dan kebutuhan anaknya. Ayah bunda yang lebih mengetahui perubahan dan perkembangan anak setiap saat. Di samping juga orang tua yang paling dekat dan memahami karakter anaknya. Dengan demikian orang tua bisa memberi pendidikan seks secara alamiah sesuai tahapan-tahapan perkembangan anak yang menjadi tanggungannya.

Dalam menyampaikan pendidikan seks pada anak tidak bisa secara instan namun memerlukan waktu yang lama dan berkesinambungan. Orang tua harus sabar dalam memerankan tugas ini sehingga anak dapat mengerti dan memahami apa yang disampaikan padanya. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan dengan pendekatan pribadi, orang tua dapat menyampaikan hal-hal prinsip berkaitan dengan seks yang harus diketahui anak. Di sinilah kepiawaian orang tua dalam melaksanakan pendidikan seks pada anaknya dalam keluarga. Sebagai unit terkecil dan pertama maka keluarga harus dapat memenuhi kebutuhan anaknya termasuk dalam hal pendidikan seks. Makanya paradigma yang menyatakan bahwa pendidikan seks pada anak usia dini merupakan suatu hal yang tabu hendaknya segera dihapus dalam kamus pikiran orang tua. Dengan demikian orang tua akan dapat melaksanakan tugas ini dengan baik dan benar tanpa terbebani.

Ada beberapa prinsip dasar yang harus diberikan orang tua pada anaknya berkaitan dengan pendidikan seks pada usia dini. Pertama, orang tua harus memperkenalkan bagian tubuh penting yang dimiliki anak (maksudnya alat vital) beserta fungsinya. Orang tua harus mampu mengemukakan pada anak agar dapat menjaga dan memelihara alat vital tersebut dari gangguan dari siapa saja. Sejak dini orang tua sudah menggambarkan pada anak bahwa alat vital dan bagian tubuh lainnya yang sensitif merupakan aurat yang harus dijaga dan ditutup rapat. Tidak boleh satu orang pun yang boleh melihat apalagi meraba alat tersebut karena akan menimbulkan bahaya besar bagi dirinya. Anak diajarkan agar jangan membiarkan bagian tubuhnya seperti bibir, dada, paha, dan kemaluannya dipegang dan diraba orang lain. Apabila hal ini terjadi maka si anak diminta menghindar atau melawan untuk keselamatan dirinya.

Kedua, orang tua harus menanamkan rasa malu pada anak sejak usia dini. Sifat ini akan membantu anak dalam menjaga dan memelihara aurat atau kehormatannya. Anak yang sudah mulai memahami hal ini sesuai dengan usianya akan mampu menjaga dirinya, seperti tidak akan buang air kecil dan besar di tempat terbuka, menukar pakaian di hadapan orang lain dan tidak menampakkan auratnya. Sering terjadi kejahatan seksual pada seorang anak disebabkan oleh tidak rapinya pakaian anak sehingga bagian tubuhnya kelihatan. Sekalipun berada dalam rumah, anak perempuan tetap hendaknya memakai pakaian yang sopan dan yang tidak merangsang. Ini sebagai antisipasi terjadinya kejahatan seksual dari kalangan keluarga terdekat.

Ketiga, mengajarkan pada anak tata krama dalam pergaulan atau pertemanan sejak usia dini. Anak laki-laki sebaiknya bermain dengan anak laki-laki. Demikian juga dengan anak perempuan hendaknya bermain sesama perempuan juga. Apabila hal ini sudah ditanamkan sejak usia dini maka tentu anak perempuan akan risih dan tidak nyaman sekiranya ada laki-laki dewasa asing yang mendekati dirinya apalagi sampai melakukan sesuatu yang tidak diingini seperti memegang bagian tubuh, mengelus dan merabanya bahkan lebih dari pada itu. Sering kejahatan seksual menimpa anak ketika dirinya membiarkan orang lain meraba tubuhnya .
Keempat, orang tua harus memisahkan tempat tidur atau kamar anak laki-laki dengan anak perempuan. Hal ini mengajarkan bahwa memang anak laki-laki dengan anak perempuan itu berbeda kodrat dan organ tubuhnya. Masing-masing anak memiliki spesifik tersendiri dan hal yang berbeda baik dari segi fisik maupun dari sisi psikisnya. Dengan pemahaman ini, anak akan berusaha tampil sesuai dengan identitasnya. Makanya, orang tua harus memberikan mainan atau pakaian sesuai dengan jenis kelamin anaknya seperti mobilan untuk laki-laki dan boneka untuk perempuan atau laki-laki dengan celana panjangnya dan anak perempuan dengan rok dan jilbab manisnya.

Kelima, orang tua harus menjaga tontonan anak. Orang tua harus mampu mengedukasi anaknya tentang film atau drama yang layak ditontonnya. Orang tua tidak bisa memberikan kebebasan pada anak dalam hal menonton dan menyaksikan siaran televisi. Pasalnya, tak jarang kejahatan atau pelecehan seksual justru dilakukan seorang anak di bawah umur berawal dari tontonan yang tidak benar. Kita tentunya pernah mendengar anak laki-laki yang masih duduk di bangku SD memperkosa adiknya atau teman perempuannya. Oleh karena itu, dengan mendampingi anak dalam menonton dan memilih tontonan yang sehat maka anak akan terhindar dari melakukan kejahatan seksual.

Redaktur: Ardne


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2015/10/17/75971/pentingnya-pendidikan-seks-di-usia-dini/#ixzz3rHkgDTcM 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

BILA SHALAT TERASA BERAT


"Bila shalat terasa berat bagimu, maka ketahuilah bahwa di dalam hatimu ada kemunafikan. Karena merasa malas untuk menunaikan sholat merupakan sikap orang-orang munafik yang Allah kabarkan dalam firman-Nya:

“…Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas… “(QS. An Nisa ‘: 142)

Namun bila engkau merasa bahwa sholat begitu ringan, hatimupun gembira karenanya maka itu merupakan tanda bahwa imanmu kokoh ”.
(Syaikh Ibnu Utsaimin dalam H.R. Muslim)

Catatan
Sejenak mari kita bertanya pada diri masing-masing, bagaimanakah kedudukan sholat di hati kita..? Apakah kita termasuk orang yang semangat dalam melaksanakan sholat ataukah sebaliknya?

Jawaban terhadap dua pertanyaan diatas akan menjadi penentu apakah kita termasuk orang yang beriman ataukah orang yang munafik?

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita memberi perhatian yang lebih terhadap sholat, yang merupakan tiang agama dan sekaligus sebagai penentu baik buruknya amalan kita. Menjaga sholat berarti menjaga agama.

Dalam risalah Ta’dzim As-Shalah (hal:6) Prof. Dr. Abdurrazzak bin Abdul Muhsin Al-Abbad mengatakan:
“Agama seorang muslim tidak akan kokoh, amalannya tidak akan baik dan seluruh urusannya baik dunia maupun akhirat akan berantakan sampai ia menegakkan sholat sebagaimana yang diperintahkan. Yaitu dengan keimanan yang kokoh, penghambaan yang tulus serta mengikuti petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam”. Wallahu a’lam

Dari @nasihattaqwa

Rabu, 11 November 2015

KEUTAMAAN SABAR KETIKA DITIMPA MUSIBAH

Rasululllah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tidak henti-hentinya musibah menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sampai ia berjumpa dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.” (HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2280) .
MUSIBAH DI DUNIA LEBIH BAIK DARIPADA DI AKHIRAT

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya maka Allah menyegerakan hukumannya di dunia, dan apabila Allah menghendaki kejelekan bagi hamba-Nya maka Allah menahan hukuman atas dosanya sampai dibalas pada hari kiamat.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 308) .
SIKAP KITA TERHADAP YANG TERTIMPA MUSIBAH

Selain bantuan yang bisa kita berikan kepada mereka bisa berupa materi, seperti uang, bahan makanan, pakaian, obat-obatan, kita juga dianjurkan untuk mendoakan saudara kita walau tanpa sepengetahuannya. Keutamaan akan amalan ini disebutkan dalam sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam: “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya (tanpa diketahuinya) mustajab (akan dikabulkan). Di samping kepalanya ada malaikat yang bertugas. Ketika dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata, ‘Amin, mudah-mudahan engkau mendapatkan yang semisalnya.” (HR. Muslim) . Dari @islamiPoster
.
Silahkan di " LIKE & SHARE " Jika dirasa bermanfaat ...

Minggu, 04 Oktober 2015

CIRI LAKI-LAKI SHALEH

CIRI LAKI-LAKI SHALEH

1. Terlihat Selalu Istiqomah Beribadah.

2. Sholat Tepat Waktu.

3. Senang Berjamaah Di Masjid.

4. Bagus Bacaan Qur'annya.

5. Wajahnya Nyaman Dipandang Karena Terbiasa "Dawaamul wudhu" Menjaga Wudhu.

6. Rendah Hati.

7. Lembut Penuh Perhatian.

8. Dermawan, Suka Sedekah

9. Bicaranya Santun.

10. Menjaga Pandangan dari yang Bukan Mahramnya.

11. Lebih Banyak Menunduk Ketika Bicara.

12.Taat Pada Orangtua.

13. Mandiri Dan Tidak Mengandalkan Orangtua

14. Dan Yang Terpenting Adalah: Dia Tidak Akan Menyentuhmu Wahai Para Wanita Kecuali Setelah Halal.

Subhaanallah.. Semoga para lelaki yang membaca ini senantiasa di bimbing ALLAH untuk menjadi lelaki

yang sholih, dan semoga para perempuan yang belum menikah mendapatkan lelaki sholih seperti diatas.

Yang sudah menikah semoga mendapatkan keturunan yang sholeh dan sholehah. Aamiin....

Rumah Ngaji Rabbania
Guru ke rumah 085222781342

Senin, 28 September 2015

APA YANG KITA PIKIRKAN KETIKA BANGUN TIDUR

BANGUN TIDUR MIKIRIN APA???

Saudaraku, apa yg anda pikirkan pagi ini? Jawabannya pasti macam2, ada yg mikirin kerjaan numpuk di kantor, mikirin harga dan dollar yg naik trs, mikirin utang, mikir mau kemana hari ini dll.

Semua yg dipikiran adlh lebih berorientasi pada diri sendiri, duniawi dan kemaslahatan pribadi. 

Rasulullah Rasulullah shalallahu alaihi'wassalam bersabda :
“ Barangsiapa yg bangun di pagi hari namun hanya dunia yg dipikirkannya, shg seolah2 dia tdk melihat hak Allah dlm dirinya maka Allah akn menanamkan 4 penyakit dlm dirinya:  kebingungan yg tiada putusnya, kesibukan yg tidak ada ujungnya, kebutuhan yg tdk terpenuhi & keinginan yg tidak tercapai”. ( HR. Ath Thabrani).

Karenanya tdk heran, jika dipagi hari yg cerah ini, banyak org sdh stress, bingung, resah, gelisah, takut & berbagai penyakit dunia lainnya, krn pikirannya hanya utk dunia!.

Maka mulailah pagi harimu dg menjaga hak Allah pd dirimu, & bersyukhur krn Dia msh memberi umur dan kesempatan utk hidup, dg demikian Allah akn menjaga 'dunia'mu.

Apa yg perlu dikhawatirkan jika anda tlh mendapatkan yg lbh baik dr dunia dan seisinya?
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim725).

Apa yg anda takutkan jika Allah yg maha memiliki alam semesta ini tlh menjamin hari mu?

"Barangsiapa yg shalat subuh maka dia berada dlm jaminan Allah...” (HR. Muslim no. 163).

Dan apa yg perlu diresahkan jika dg  dzikir pagimu, Allah akn mengangkat derajatmu?

"Maukah kamu aku tunjukkan  perbuatanmu yg terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Allah), & paling mengangkat derajatmu; lbh baik bagimu dari infak emas atau perak, ...”  Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah Yang Maha tinggi.” (HR. At-Tirmidzi no. 3377)

Dgn berdzikir maka  pagi mu akn mjd lbh indah & berseri.
“…Ingatlah, hanya dg mengingati Allah-lah hati mjd tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Lalu tutup pagimu dg sholat dhuha, bersedekah utk 360 persendianmu, maka Allah akn mencukupimu hingga sore hari :
“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, jgn-lah engkau tinggalkan 4 raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akn mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286),

"Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan,

“Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354

Betapa tenang dan damainya pagi hari jika kita mulai dg memelihara hak Allah.  Allahu a'lam.

Selamat pagi, selamat bersyukur selamat menjemput rahmat dan karunia-Nya. Aamiin.

CARA MENGAJARKAN AL QURAN KEPADA ANAK

Tips Sederhana Mengajarkan Al Quran Pada Anak (Metode Talkin)

Telah kita ketahui betapa besar pahala mengajarkan Al-Quran, sebagaimana hadits berikut: عن عثمان بن عفّان رضي الله عنه عنِ النبيِّ صلى الله عليه و سلّم قال : خيركم …

By Ummu Sa'id March 26, 2013

 369  7

Telah kita ketahui betapa besar pahala mengajarkan Al-Quran, sebagaimana hadits berikut:

عن عثمان بن عفّان رضي الله عنه عنِ النبيِّ صلى الله عليه و سلّم قال : خيركم من تعلّم القرآن و علّمه

Dari ‘Utsman radhiyallahu’anhu,  dari Nabi shallallahu’alaihi wasallambersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari no.5027)

Dalam hadits ini tidak ada pembatasan usia tentang usia berapa kita belajar dan  siapakah orang yang kita ajari. Maka kita mengajarkan Al Quran kepada anak juga termasuk kedalam cakupan hadits ini. Namun demikian, tidak semua wanita dapat mengajarkan Al Quran kepada anak (baik anak kandung atau selainnya) dengan baik.

Mengingat begitu besarnya keutamaan mengajarkan Al Quran, saya ingin berbagi tips kepada para pembaca sekalian yang saya ambil dari buku Kurikulum Pendidikan Anak Muslim yang ditulis oleh Syaikh Fuhaim Musthafa.

Sebelum pengajar mulai membacakan surat, ia harus mengingatkan anak agar memusatkan perhatiannya terhadap apa yang akan dibacakan. Yang demikian itu supaya hal-hal berikut dapat terwujud:
– Anak menyimak bacaan pengajar sehingga bisa menirukan setiap harakat huruf, ketika berhenti saat waqaf pada tempat –tempat berhenti serta cara mengucapkan huruf per huruf secara benar.
– Hati anak menjadi khusyu’, tenang, dan menghormati bacaan Al Quran saat mendengarkannya.Melatih anak membaca Al-Quran langsung dari mushaf. Di samping itu juga memperkenalkan kepadanya tanda-tanda waqaf dan istilah-istilah untuk memperbaiki bacaan pada setiap ayat seperti,mad, idgham, sukun,menebalkan huruf qalqalah,memperjelas makhraj (tempat keluarnya) setiap huruf, hamzahwashal, hamzah qatha’   dan lain sebagainya.Sebelum pengajar membacakan surat, ia memulai dengan pembicaraan ringan yang menjadikan anak semangat mempelajari surat tersebut dan memahami maknanya.Memperdengarkan bacaan Al Quran pada pendengaran anak dengan bacaan yang khusyu’ lebih dari satu kali.Anak diminta membaca surat itu sepenggal –penggal secara bersama-sama lebih dari satu kaliSementara itu sang pengajar membenarkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada anak saat membaca Al Quran.Pengajar menyuruh beberapa anak mengulangi surat yang sudah dibacakan secara bersamaan. Kemudian menyuruh beberapa anak yang lain dan seterusnya.Setelah itu pengajar menyuruh anak satu per satu membaca Al Quran, pengajar menyuruh salah seorang anak untuk membaca Al Quran  setelah ia memberi contoh bacaannya. Kemudian meminta anak lainnya melakukan hal serupa, dan seterusnya.Pengajar hendaknya mendiskusikan makna surat kepada anak  dengan memberikan pertanyaan ringan. Hingga pengajar benar-benar mengetahui bahwa seluruh anak sudah memahami makna surat dengan baik. Pengajar Al-Quran harus menanamkan dalam jiwa anak bahwa mempelajari Al-Quran adalah ibadah. Allah ta’alamemberikan pahala yang sangat besar.Pengajar harus mempunyai target pada pertemuan itu anak harus mengulangi ayat-ayat yang diajarkan dengan membacanya berkali-kali.Harus diperhatikan oleh pengajar yaitu membenarkan bacaan anak supaya jangan sampai salah sedikitpun. Karena yang sedikit itu akan dibawa sampai dewasa jika tidak dibetulkan.Menjadi catatan untuk pengajar bahwa anak difahamkan dengan makna ayat-ayat yang dia pelajari dengan pemahaman sederhana, sesuai tingkatan akalnya.

Dalam mengajar tentu saja pasti ada hambatan-hambatan, maka hendaklah selalu berdo’a kepada Allah supaya diberi kesabaran dan keteguhan niat. Karena terkadang dikarenakan hambatan-hambatan yang ada, seorang pengajar menjadi putus asa.

***
Muslimah.Or.Id
Penulis: Ummu Shalihah Nadiyah El Karim
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Rujukan:
– Kurikulum Pendidikan Anak Muslim, Syaikh Fuhaim Musthafa, Pustaka Elba.