Jumat, 25 Maret 2016

Cara Mendidik Anak



Setiap orang tua pasti menginginkan buah hati nya menjadi anak yang cerdas, pintar dan  membanggakan untuk kedua orangtuanya. 
Bukan hanya itu para orang tua juga mendambakan kelak anaknya bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah. 
Ya, itulah keinginan setiap orang tua terhadap anaknya. 
Namun semua itu tidak akan terwujud jika bukan orang tua itu sendiri yang memberikan pengajaran untuk anak-anaknya.

Untuk menjadikan anak sesuai dengan apa yang kita inginkan tidak cukup hanya mengandalkan guru ataupun di tempat les. 
Orangtualah yang harus menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya. 

Lalu bagaiman cara memulai untuk mendidik anak-anak agar bisa menjadi seseorang yang bisa dibanggakan? 
Ada cara mudah yang bisa anda lakukan dan hal ini adalah menurut ajaran Rosulullah. 
Ini ada tiga cara mendidik anak menurut ajaran Rosulullah yang harus kamu ikuti.

1.  Mendidik anak usia 0 hingga 6 tahun: Perlakukan anak sebagai raja
Perlakukan anak usia 0 sampai 6 tahun sebagai raja, karena fase ini adalah fase keemasan bagi seorang anak. 
Pada usia ini anak akan mengalami masa tumbuh kembang yang sangat cepat. 
Mainan adalah salah satu hal yang dapat merangsang perkembangan tumbh anak. 
Jika menurut ajaran Rosulullah mendidik anak usia 0 sampai usia  6 tahun adalah dengan cara memberikan kasih sayang dan memanjakan anak.

Membangun kedekatan dan merawat dengan baik adalah cara yang tepat untuk dilakukan. 
Zona Merah : jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak dan pahami bahwa anak masih kecil dan yang berkembang adalah otak kanannya. 
Jika anda bisa mengikuti cara Rosulullah ini maka anak anda akan merasa nyaman dan terlindungi dengan sikap anda yang memberikan kasih sayang tulus kepadanya. 
satu lagi yang harus anda ingat jangan sekali-kali memukul anak ketika dia nakal, berikan contoh yang baik dan beri kesempatan kepada anak agar mendapatkan kebahagiaan yang berkualitas. 


2.  Mendidik anak usia 7 hingga 14 tahun: *Perlakukan anak sebagai tawanan perang/ pembantu *
Ketika usia anak sudah menginjak 7-14 tahun maka perlakukan mereka sebagai tawanan. 
Sebagai tawanan yang dimaksud disini adalah memerintahkan anak untuk mengerjakan kewajibannya. 
seperti mendirikan sholat lima waktu dan mulai melatih untuk memisahkan mereka dari tempat tidur anda. 

“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”     (HR. Abu Dawud) 
Dalam hadist tersebut sudah dijelaskan bahwa anda wajib memukul anak ketika dia tidak mau mengerjakan sholat. 
Bukan berarti anak harus memukul dengan keras dan menyakitkan. Tapi cobalah dengan cara memberikan sanksi-sanksi yang membuat mereka jera. ua. 

Zona Kuning : hati-hati dan waspada. Latih anak mandiri mengurus dirinya sendiri, missal cuci piring, cuci baju, menyetrika. 
Pelajaran mandiri ini akan bermanfaat banyak di masa depannya, untuk kecerdasan emosionalnya. 


3.  Mendidik anak usia 15 hingga 21 tahun: Perlakukan anak seperti sahabat
Nah ketika usia anak sudah menginjak 15-21 tahun, perlakukan anak seperti sahabat. 
Seperti yang kita ketahui diusia tersebut anak sudah cenderung memberontak. Sebab itulah anda harus bisa mendekatkan diri dengan baik kepada anak anda. 
hal ini agar anak anda bisa terarah dan lebih mengerti dengan apa yang mereka lakukan.

Untuk usia ini Zona Hijau nya adalah : sudah boleh jalan karena mereka suda bisa mandiri dan menjadi duta keluarga. 

Anda bisa menjadikan mereka sahabat yang bisa berbagi dan memberi solusi untuk mereka. 
Jangan biarkan anak anda merasa tidak nyaman bersama anda dan mencari tempat untuk mengeluarkan unek-unek mereka. 
Didiklah anak dengan cara membangun sebuah persahabatan dimana mereka merasa nyaman dan tentram ketika berbicara dengan anda.

Para orangtua juga dilarang untuk memarahi dan menghardik anak di hadapan adik-adiknya ataupun di depan kakak-kakaknya. 
 Maksudnya supaya harga dirinya tidak jatuh sehingga anak tidak merasa rendah diri. 
Jalinlah pendekatan yang baik kepada anak.

Itulah tiga cara mendidik anak menurut ajaran Rosulullah. 
Usahakan untuk selalu menerapkan ajaran Rosulullah kepada anak-anak kalian agar anak-anak tumbuh sebagai anak yang cerdas, mandiri, membanggakan dan bahkan bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Mudah Belajar Al-Quran



Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, namun dari jumlah yang besar itu masih banyak umat islam Indonesia yang belum bisa membaca Al-Qur’an, padahal Al-Qur’an merupakan pedoman hidup kaum muslimin.
Menurut data Departemen Agama Republik Indonesia, angka buta huruf Al-Qur’an masyarakat Indonesia pada tahun 2001 mencapai 80% dan pada tahun 2009 mencapai 64% dari total masyarakat muslim. Angka dari data itu sendiri masih dirasa sangat memprihatinkan. Sekiranya penduduk Indonesia yang memeluk Agama Islam sebanyak 190 juta dari total penduduk 220 juta. Maka total masyarakat muslim yang bisa membaca Al-Qur’an hanya 55 – 70 juta jiwa saja. Dan sisanya sebanyak kurang lebih 120 – 135 juta jiwa adalah buta huruf Al-Qur’an. Kondisi ini sungguh sangat memperihatinkan.
Untuk itu, Relawan Al-Quran hadir dan turut serta memberikan sumbangsih dalam upaya membebaskan masyarakat muslim Indonesia dari buta huruf Al-Qur’an, serta meningkatkan pemahaman  masyarakat terhadap Al-Qur’an melalui program ”Layanan Belajar Al-Qur’an”, tidak dipungut biaya.
Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca, menulis, menghafal, dan menterjemahkan Al-Qur’an serta menghasilkan pribadi-pribadi utama, berakhlaq mulia dan berfikir cemerlang sehingga dapat membawa Bangsa dan Negara Indonesia menjadi Bangsa yang Maju dan Dirahmati  Allah SWT.
Syarat mengikuti program ini, sebagai berikut:
1. Laki-laki atau wanita yang memiliki semangat untuk belajar membaca Al-Quran
2. Hanya untuk orang dewasa
3. Belajar bersifat kelompok, minimal 5 orang/kelompok

Belajar Al-Quran mudah dan menyenangkan

Bandung 2015
Relawan Al-Quran
Bandung 085222781342

Al Qur'an Obat Hati

-Al-Qur'an is the best medicine for a sick soul❤-
📖
“Sesungguhnya Al-Qur'an menemui sahabatnya pada Hari Kiamat saat kuburnya terbelah seperti seseorang yang berparas tampan. Lalu Al-Qur'an berkata, "Apakah engkau mengenalku?” Ia menjawab, “Aku tidak mengenalmu”. Lalu Al-Qur'an berkata, “Aku sahabatmu, Al-Qur'an yang membuatmu dahaga ditempat perasingan, dan membuatmu begadang. Setiap pedagang mencari dagangannya, dan hari ini aku menjadi milikmu”.
📖
Lalu orang itu diberi kekuasaan dengan tangan kanannya, keabadian di tangan kirinya, dan mahkota ketentraman di atas kepalanya. Kedua orangtuanya diberi pakaian, dua perhiasan yang tidak ada bandingannya di dunia. Lalu keduanya bertanya, “Karena apa kami diberi pakaian ini?” Dijawab, “Karena anak kalian menekuni Al-Qur'an”. Lalu dikatakan, “Bacalah dan Naikilah tangga surga dan kamar-kamarnya”. Lalu ia terus naik sesuai yang dibacanya, baik cepat atau perlahan.“ [HR. Ibn Majah]
📖
Maka, berpedomanlah pada Al-Qur'an shalihah. Semua keluh kesahmu ada jawabannya. Bukalah, bacalah👆
.
Relawan Al Qur'an
Bandung 085222781342

Selasa, 22 Maret 2016

Layanan Belajar Al Quran

Relawan Al-Qur'an
Layanan Bimbingan Belajar Al Quran

Untuk:
1. Individu/perorangan
2. Keluarga
3. Majelis Taklim
4. Lembaga pendidikan
5. Perkantoran
6. Dll.

Silahkan hubungi kami sekarang juga!
Relawan Al-Qur'an
Jl. H. Yasin No. 36 Sukajadi Bandung Tlp. 085222781342 / 5c70c153

Senin, 21 Maret 2016

Mudah Belajar Al Quran

Mudah Belajar Al Quran

Dapatkan kemudahan belajar Al Quran bersama Relawan Al Quran.

Untuk wilayah

1. Kota Bandung
2. Cimahi
3. Bandung Barat
4. Kabupaten Bandung

Hubungi kami sekarang juga!
Relawan Al Quran
Wa 085222781342
Pin 5c70c153

Cara mudah Belajar Al Quran

Bimbingan Belajar Al Quran
Belajar Al Quran mudah dan menyenangkan
Untuk pemula, semua usia
(TK, SD, SMP, SMA, PT dan Umum)

Program:
1. Reguler
2. Privat guru ke rumah

Hubungi kami
Rumah Ngaji Rabbania
Jl. H. Yasin No.36 Sukajadi Bandung Tlp. 085222781342 / 5c70c153

#keluargacintaalquran

LIMA TIPE ANAK

5 TIPE ANAK


اَلْأَبْنَاءُ خَمْسَةٌ
Ada lima tipologi anak
١- بَعْضُ الْأَبْنَاءِ - هَدَاهُمُ اللهُ - لَا يَفْعَلُوْنَ مَا يَأْمُرُهُمْ بِهِ وَالِدَاهُمْ..
1 – Sebagian anak, semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada mereka, tidak melaksanakan apa yang diperintahkan bapak ibunya kepada mereka.
وَهَؤُلَاءِ (عَاقّوْنَ).
Mereka inilah yang disebut sebagai anak durhaka.
٢- وَبَعْضُهُمْ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ بِهِ وَهُمْ كَارِهُوْنَ..
2 – Sebagian anak, melaksanakan apa yang mereka diperintahkan oleh bapak ibuny, namun melaksanakan dengan perasaan tidak suka (terpaksa)
فَهَؤُلَاءِ (لَا يُؤْجَرُوْنَ).
Mereka ini tidak mendapatkan pahala
٣- وَبَعْضُهُمْ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ بِهِ وَيُتْبِعُوْنَهُ بِالْمَنّ وَالْأَذَى وَالتَأَفّفِ وَرَفْعِ الصَّوْتِ..
3 – Ada juga yang melaksanakan apa yang diperintahkan oleh bapak ibunya, namun diikuti dengan mengungkit-ungkit, menyakiti, menghardik dan meninggikan suara..
فَهَؤُلَاءِ (يُؤْزَرُوْنَ).
Mereka ini justru mendapatkan dosa
٤- وَبَعْضُهُمْ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ بِهِ بِطِيْبَةِ نَفْسٍ..
4 – Sebagiannya lagi adalah anak yang melaksanakan apa yang diperintahkan oleh ayah ibunya dengan perasaan jiwa yang enak, baik dan lega
فَهَؤُلَاءِ (مَأْجُوْرُوْنَ) وَهُمْ قَلِيْلُوْنَ.
Mereka inilah anak-anak yang mendapatkan pahala, sayangnya, yang seperti ini sedikit jumlahnya.
٥- وَبَعْضُهُمْ يَفْعَلُوْنَ مَا يُرِيْدُهُ الْوَالِدَانِ قَبْلَ أَنْ يَأْمُرُوْا بِهِ..
5 – [Namun], ada juga yang anak yang melaksanakan apa yang diinginkan atau dikehendaki oleh bapak ibunya sebelum bapak dan ibu itu memerintahkan kepadanya
فَهَؤُلَاءِ هُمُ (الْبَارُّوْنَ الْمُوَفَّقُوْنَ) وَهُمْ ناَدِرُوْنَ.
Yang kayak gini ini adalah anak yang berbakti, yang mendapatkan taufiq dan bimbingan dari Allah SWT, sayangnya, yang seperti ini ini terhitung sebagai barang langka
فَلَا تَسْأَلْ عَنْ بَرَكَةِ أَعْمَارِهِمْ
[tentang manfaat dan kegunaan anak yang berbakti seperti ini], jangan lagi engkau tanyakan tentang keberkahan umurnya.
وَسَعَةِ أَرْزَاقِهِمْ
Tentang kelapangan rizkinya
وَانْشِرَاحِ صُدُوْرِهِمْ
Tentang ketenangan hatinya
وَتَيْسِيْرِ أُمُوْرِهِمْ..
Tentang kemudahan urusannya
وَذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ.
[dan yang demikian ini, tidak lain adalah] anugerah Allah SWT yang diberikan-Nya kepada siapa saha yang dikehendaki, dan Allah SWT adalah dzat yang pemberi anugerah yang agung.
Semoga kita dan anak-anak kita termasuk ke dalam golongan dan tipe anak yang ke-5, amin.