Minggu, 13 Desember 2015

Mudah Belajar Membaca Al Qur’an



Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, namun dari jumlah yang besar itu masih banyak umat islam Indonesia yang belum bisa membaca Al-Qur’an, padahal Al-Qur’an merupakan pedoman hidup kaum muslimin.
Menurut data Departemen Agama Republik Indonesia, angka buta huruf Al-Qur’an masyarakat Indonesia pada tahun 2001 mencapai 80% dan pada tahun 2009 mencapai 64% dari total masyarakat muslim. Angka dari data itu sendiri masih dirasa sangat memprihatinkan. Sekiranya penduduk Indonesia yang memeluk Agama Islam sebanyak 190 juta dari total penduduk 220 juta. Maka total masyarakat muslim yang bisa membaca Al-Qur’an hanya 55 – 70 juta jiwa saja. Dan sisanya sebanyak kurang lebih 120 – 135 juta jiwa adalah buta huruf Al-Qur’an. Kondisi ini sungguh sangat memperihatinkan.
Untuk itu, Relawan Al-Quran hadir dan turut serta memberikan sumbangsih dalam upaya membebaskan masyarakat muslim Indonesia dari buta huruf Al-Qur’an, serta meningkatkan pemahaman  masyarakat terhadap Al-Qur’an melalui program ”Layanan Belajar Al-Qur’an”, tidak dipungut biaya.
Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca, menulis, menghafal, dan menterjemahkan Al-Qur’an serta menghasilkan pribadi-pribadi utama, berakhlaq mulia dan berfikir cemerlang sehingga dapat membawa Bangsa dan Negara Indonesia menjadi Bangsa yang Maju dan Dirahmati  Allah SWT.
Syarat mengikuti program ini, sebagai berikut:
1. Laki-laki atau wanita yang memiliki semangat untuk belajar membaca Al-Quran
2. Hanya untuk orang dewasa
3. Belajar bersifat kelompok, minimal 5 orang/kelompok

Belajar Al-Quran mudah dan menyenangkan

Bandung 2015
Relawan Al-Quran
Bandung 085222781342

Selasa, 08 Desember 2015

NGAJI BARENG YUK!

Ngaji Bareng Yuk!
Alhamdulillah ngaji bareng Al Quran METODE UMMI bersama ibu-ibu di Rumah Ngaji Rabbania, setiap hari Rabu, Kamis dan Jumat, pukul 10.00-12.00.
Yuk! Yang mau gabung, silahkan merapat ke,
Rumah Ngaji Rabbania
Jl. H. Yasin No.36 Sukajadi Bandung 085222781342
Pin 5c70c153

Minggu, 06 Desember 2015

IBU IBU IBU LALU AYAH

.
Ibu ibu ibu lalu ayah..
.
Ayah memang tidak mengandung
Ayah memang tidak merasakan melahirkan
Ayah tidak menyusui
Dan ayah pasti jarang dirumah
.
Iya ayah berjuang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan kita, untuk menyenangkan istri dan juga anak
.
Dan ayah pula yang akan bertanggung jawab atas istri dan anaknya di akhirat kelak dihadapan Allah
.
Tanpa ayah, kita tidak akan ada dirahim ibu
.
Iya tanggung jawab ayah sangatlah berat, tetapi mereka ikhlas merawat kita, menghabiskan uangnya hanya untuk memenuhi kebutuhan kita
.
Tau gak… Ketika kita pergi meninggalkan mereka, untuk menjalankan separuh agama, ayahlah yang paling sedih.. Sedih ditinggal putrinya yang masih mungil
.
Meskipun kita sudah dewasa, mereka tetap menganggap kita masih kecil dan dimanjakan semampunya
.
Tapi apa yang mereka dapat dari kita
Kita masih mengecewakan mereka…
Tanpa sadar kita banyak sekali melakukan dosa, dosa yang akan ditanggung ayah besok…
.
Tidak ada ayah yang sempurna
.
Tega kah kalian melihat ayah diakhirat kelak bersedih karena tidak bisa mengajak anaknya ke jalan Allah ??
.
Tegakah kalian lebih mengutamakan apa kata PACAR yang sudah jelas bukan siapa2mu ketimbang ayahmu ??
.
Penyesalan itu pasti diakhir, dan jangan sampai penyesalan itu datang…
.
Panggil ayah, lalu peluk dan cium sambil mengucapkan maaf dan terimakasih atas pengorbanan yang NYATA hanya buat kebaikan kita sampai saat ini
.
Bagi ayahnya yang telah tiada, bisa dikirimkan doa agar ayah kelak dipermudah hisabnya, dan bertemu kembali di jannahnya Allah
.
Ilustrasi : @messayu_putri
#duniajilbab

Jumat, 04 Desember 2015

5 TIPE ANAK

LIMA TIPE ANAK
اَلْأَبْنَاءُ خَمْسَةٌ
Ada lima tipologi anak
١- بَعْضُ الْأَبْنَاءِ - هَدَاهُمُ اللهُ - لَا يَفْعَلُوْنَ مَا يَأْمُرُهُمْ بِهِ وَالِدَاهُمْ..
1 – Sebagian anak, semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada mereka, tidak melaksanakan apa yang diperintahkan bapak ibunya kepada mereka.
وَهَؤُلَاءِ (عَاقّوْنَ).
Mereka inilah yang disebut sebagai anak durhaka.
٢- وَبَعْضُهُمْ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ بِهِ وَهُمْ كَارِهُوْنَ..
2 – Sebagian anak, melaksanakan apa yang mereka diperintahkan oleh bapak ibuny, namun melaksanakan dengan perasaan tidak suka (terpaksa)
فَهَؤُلَاءِ (لَا يُؤْجَرُوْنَ).
Mereka ini tidak mendapatkan pahala
٣- وَبَعْضُهُمْ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ بِهِ وَيُتْبِعُوْنَهُ بِالْمَنّ وَالْأَذَى وَالتَأَفّفِ وَرَفْعِ الصَّوْتِ..
3 – Ada juga yang melaksanakan apa yang diperintahkan oleh bapak ibunya, namun diikuti dengan mengungkit-ungkit, menyakiti, menghardik dan meninggikan suara..
فَهَؤُلَاءِ (يُؤْزَرُوْنَ).
Mereka ini justru mendapatkan dosa
٤- وَبَعْضُهُمْ يَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ بِهِ بِطِيْبَةِ نَفْسٍ..
4 – Sebagiannya lagi adalah anak yang melaksanakan apa yang diperintahkan oleh ayah ibunya dengan perasaan jiwa yang enak, baik dan lega
فَهَؤُلَاءِ (مَأْجُوْرُوْنَ) وَهُمْ قَلِيْلُوْنَ.
Mereka inilah anak-anak yang mendapatkan pahala, sayangnya, yang seperti ini sedikit jumlahnya.
٥- وَبَعْضُهُمْ يَفْعَلُوْنَ مَا يُرِيْدُهُ الْوَالِدَانِ قَبْلَ أَنْ يَأْمُرُوْا بِهِ..
5 – [Namun], ada juga yang anak yang melaksanakan apa yang diinginkan atau dikehendaki oleh bapak ibunya sebelum bapak dan ibu itu memerintahkan kepadanya
فَهَؤُلَاءِ هُمُ (الْبَارُّوْنَ الْمُوَفَّقُوْنَ) وَهُمْ ناَدِرُوْنَ.
Yang kayak gini ini adalah anak yang berbakti, yang mendapatkan taufiq dan bimbingan dari Allah SWT, sayangnya, yang seperti ini ini terhitung sebagai barang langka
فَلَا تَسْأَلْ عَنْ بَرَكَةِ أَعْمَارِهِمْ
[tentang manfaat dan kegunaan anak yang berbakti seperti ini], jangan lagi engkau tanyakan tentang keberkahan umurnya.
وَسَعَةِ أَرْزَاقِهِمْ
Tentang kelapangan rizkinya
وَانْشِرَاحِ صُدُوْرِهِمْ
Tentang ketenangan hatinya
وَتَيْسِيْرِ أُمُوْرِهِمْ..
Tentang kemudahan urusannya
وَذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ.
[dan yang demikian ini, tidak lain adalah] anugerah Allah SWT yang diberikan-Nya kepada siapa saha yang dikehendaki, dan Allah SWT adalah dzat yang pemberi anugerah yang agung.
Semoga kita dan anak-anak kita termasuk ke dalam golongan dan tipe anak yang ke-5, amin.

INDAHNYA PERSATUAN ISLAM

JALAN KELUAR AGAR KITA BERSATU SEBAGAI AHLUSSUNNAH

Dr. Amir Faishol Fath

1. Perlu diketahui bahwa perbedaan antara kelompok ahlussunah hanyalah sekitar furuiyah khilafiyah. Maka siapa yag mengatakan bahwa ada perbedaan sekitar ushul berati ia sudah keluar dari ahlussunah.

2. Bila kita sepakat ini maka tidak perlu saling menghakimi, melainkan kita sinergy untuk memcapai tujuan-tujuan besar yg kita sepakati.

3. Sejauah pengamatan saya terhadap berbagai kelompok2 ahlussunah di Indonesia tidak ada perbedaan fundamental kecuali hanya beda cara berdakwah: NU dakwhnya hidupkan amalan tardisional. Muhammadiyah : hidupka  pendidikan yang tangguh. Salafi hidupkan sunnah. PKS hidupkan pemahaman Islam Kaffah dari perbaikan pribadi, rumah tangga sampai negara. HTI hidupkan urgensi kepemimpinan dengan nama khilafah.

4. Jadi saatnya sekarang kita buktikan satu tubuh seperti kata Nabi saw., saling melengkapi, dukung mendukung, bukan saling melemahkan. Sebab hanya dengan cara ini kita akan berdaya tidak saja bagi negeri ini tetapi juga bagi umat Islam di brlahan lain yang butuh bantuan kita secara materi dan kekuatan politik.

Rabu, 02 Desember 2015

KARENA ISTRI INGIN DIMENGERTI

KARENA ISTRI INGIN DIMENGERTI
Saat istri marah, ia belum tentu kesal
Ia hanya butuh pengertian
Saat istri menangis, ia belum tentu bersedih
Ia hanya butuh pelukan
Saat istri cemberut, ia belum tentu kecewa
Ia hanya butuh perhatian
Saat istri cemburu, ia belum tentu iri
Ia hanya butuh pujian
Saat istri menolak, ia belum tentu tak mau
Ia hanya butuh rayuan dan bujukan
Saat istri lelah, ia belum tentu merasa capek
ia hanya butuh diajak jalan-jalan
Saat istri sakit hati, ia belum tentu terluka
Ia hanya butuh belaian
Namun...
Saat istri tersenyum, ia belum tentu setuju
Bisa jadi ia sedang berusaha mengerti
Saat istri tertawa, ia belum tentu bahagia
Bisa jadi ia sedang berusaha membahagiakan suaminya
Saat istri diberi hadiah, ia belum tentu senang
Bisa jadi ia sedang berusaha untuk menghargai
Saat istri terlihat tegar, ia belum tentu kuat
Bisa jadi ia sedang mencoba untuk bertahan menghadapi ujian
Saat istri mengerjakan perintah suami, belum tentu sesuai keinginannya
Bisa jadi ia sedang berusaha untuk menjadi istri yang taat
Wahai para suami atau calon suami,
selami lebih dalam psikologi pasanganmu
Karena bisa jadi ada makna di balik setiap kata dan ekspresinya
Ini bukan masalah tidak adanya ketulusan dan keikhlasan.
Namun belajarlah memahami tabi'at seorang wanita yang rela mengorbankan sisa usianya bersamamu.
Selalu ada pengorbanan dalam membangun cinta.
Namun insyaAllah berakhir bahagia hingga ke surga.
Subhanallaah