Membaca al-Quran hukumnya wajib. Lho ?… iyah, shalat kan wajib, dalam shalat salah satu rukunnya adalah membaca al-Fatihah, tidaklah sah shalat tanpa membaca surah al-Fatihah. Artinya untuk mendukung sahnya shalat sebagai kewajiban harus maka rukunnya juga menjadi wajib. Meski demikian, secara substansi, membaca al-Quran hukumnya sunnah, karena antara shalat dan memebaca al-Quran adalah amanlan berbeda.
Banyak yang mengatakan membaca al-Quran dengan bacaan yang benar itu sulit, bahkan sulit sekali, terutama bagi pemula. Perbedaan lahjah orang Arab dan Ajam (non-Arab) adalah satu dari sekian banyak penyebabnya. Itulah sebabnya, belajar membaca al-Quran dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak anak belajar bicara dan menyebut sesuatu, karena lidah anak-anak lebih mudah “diatur” daripada lidah orang yang sudah dewasa.
Faktanya banyak orang yang sudah dewasa (umuran) belum bisa membaca al-Quran. Golongan seperti ini bisa disebut terlambat, tapi untuk belajar tidak ada kata terlambat, yang ada pemula dan terbiasa. Seorang anak yang baru belajar membaca al-Quran disebut pemula, begitu pula seorang yang telah berumur baru belajar membaca al-Quran, pun disebut sebagai pemula.
Tulisan ini akan memmaparkan sedikit bagaimana tips belajar membaca al-Quran bagi pemula, baik anak-anak maupun orang dewasa. Perbedaannya hanya masalah intensitas saja. Bagi yang sudah dewasa harus lebih intens, mengantisipasi kekakuan lidah dll. Berikut tipsnya:
Pertama: mulailah dari penyebutan huruf yang benar sesuai kaidah penyebutan huruf yang sanadnya bersambung ke Nabi saw. Banyak pembaca bahkan guru ngaji sendiri kurang memperhatikan hal ini dan lebih mengejar kemampuan merangkai huruf al-Quran, padahal hal ini penting, karena antara huruf satu dengan yang lain memiliki keterikatan tersendiri dan menjadi bagian dari mukjizat al-Quran.
Penyebutan huruf dapat dilakukan melalui bimibingan Qari’ atau tutor yang sudah teruji kebenaran penyebutannya. Penyebutan huruf dimulai tanpa harakat, baris dahulu, mengulang sampai lancar. kemudian dilanjutkan dengan huruf berbaris/ berharakat. Setelah itu, melihat kata-kata sejenis, misalnya berharakat fathah semua, dhammah semua dst. Lakukan step demi step sampai kesemuanya lancar.
Ketiga: latihan membaca al-Quran dengan suara keras. Suara keras yang saya maksud di sini bukan hanya sekedar suara yang kedengaran, tapi suara tinggi dan melengking. Apa hubungannya?, membaca al-Quran dengan suara biasa saja (tidak keras), tidak membagi fokus pembaca, beda dengan suara keras. Dengan membiasakan membaca al-Quran dengan suara keras, secara tidak langsung, akan member beban tersendiri dari fokus mengeja rangkaian huruf dari step satu dan dua tadi.
Tiga tips belajar membaca al-Quran bagi pemula di atas, di luar dari beberapa hal yang mesti dilakukan sebelum membaca al-Quran, seperti wudhu, berpakaian bersih dan menutup aurat, menghadap kiblat, dll. Tips ini sudah terbukti memberi efek lebih cepat dibanding tanpa menggunakan trik mempercepat belajar membaca al-Quran. Satu hal yang juga patut diperhatikan, adalah tak perlu sungkan dan malu, karena membaca al-Quran adalah ibadah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar